HT Milwan : Jadilah Guru Yang Pandai Mensyukuri Nikmat
Asian Agri Kerjasama dengan PWI Laksanakan Training 1000 Guru.
· PLAKAT : Bupati Labuhanbatu HT Milwan ketika menerima plakat dari PT Asian Agri, yang diserahkan Ir. Pangarapan Guru Singa, Senin (29/6) pada kegiatan Training 1000 Guru di Ball Room Hotel Suzuya Rantauprapat. (Foto : Yusri).
· SAMBUTAN : Bupati Labuhanbatu HT Milwan saat memberikan sambutannya pada pembukaan Training 1000 Guru, kerjasama PT Asian Agri dengan PWI di Rantauprapat.(Foto : Yusri).
· CENDERAMATA : Ketua PWI Perwakilan Labuhanbatu H.Nong Hilman sedang menyerahkan cenderamata kepada Kadis Pendidikan Labuhanbatu H.Heriyanto SE, MM pada kegiatan Training 1000 Guru di Rantauprapat.(Foto : Yusri)
Guru adalah seorang pemimpin dan jadi pemimpin itu harus pandai bersyukur karena telah diberikan anugrah, ilmu, kecerdasan dan status yang baik, dengan demikian “Jadilah Guru yang pandai mensyukuri nikmat, karena guru sekarang semakin hari kehidupannya semakin sejahtera”.
Demikian diingatkan Bupati Labuhanbatu HT Milwan saat membuka acara Training 1000 Guru, kerjasama antara PT Asian Agri dengan PWI Sumut yang digelar di Ball Room Hotel Suzuya Rantauprapat, Senin (29/6).
Seorang guru harus mampu melaksanakan profesinya dengan ikhlas untuk selalu mengajarkan yang terbaik kepada anak didiknya dan jangan pernah takut kepada Kepala Sekolah, selain itu guru harus bertanggung jawab kepada Allah SWT, dengan keikhlasan itu, semua yang dikerjakan akan mendapat pahala dunia dan akhirat, “Orang mau bilang apa terserah, yang penting niat dan keikhlasan kita baik”.
Para Guru harus mampu menciptakan agar anak didik jangan ada perasaan takut kepada guru, bagaimanapun kita capeknya mengajar jangan sekali-kali buat tindakan fisik, kendalikan emosi dalam mengajar dan ciptakan suasana yang menyenangkan, sehingga anak didik mampu dan betah dalam mengikuti berbagai mata pelajaran yang diajarkan oleh guru, kata Milwan mengingatkan.
Kadis Pendidikan Labuhanbatu H. Heriyanto SE, MM dalam sambutannya mengatakan, bahwa di Singapura siswa yang lulus ebtanas mencapai 7,0 %, Malaysia 6,5 % sementara Indonesia yang mencapai 5.5 % ‘saja sudah pada ribut’.
Menurutnya, ada dua kekurangan para guru dalam memajukan dunia pendidikan dan meningkatkan mutu pendidikan itu sendiri, yang pertama, Guru tidak mencatat apa yang dijarkan dan yang kedua, guru tidak mengerjakan apa yang dicatatnya, ujar Heriyanto.
Sementara, Ketua PWI Perwakilan Labuhanbatu H.Nong Hilman dalam kesempatan itu menjelaskan bahwa Training 1000 Guru ini dilaksanakan atas kerjasama PT Asian Agri dengan PWI (Persatuan Wartawan Indonesia) Sumut, untuk Kabupaten Labuhanbatu kegiatan seperti ini baru dua kali dilaksanakan dengan PT Asian Agri.
Kegiatan ini dilakukan dalam rangka turut memotivasi para guru agar dalam melaksanakan profesinya dapat lebih bergairah dan mampu memberikan serta meningkatkan mata pelajaran yang lebih baik terhadap anak didik, ini adalah bentuk kepedulian kami terhadap dunia pendidikan di Kabupaten Labuhanbatu, kata Ketua PWI dua periode itu.
Ir. Pangarapan Guru Singa dari perwakilan PT Asian Agri Medan pada kesempatan itu mengingatkan, bahwa untuk memajukan dunia pendidikan bukan tugas Dinas Pendidikan saja, akan tetapi peran serta pengusaha dan masyarakat sangat diharapkan, sehingga mutu pendidikan khususnya di Kabupaten Labuhanbatu semakin baik dan meningkat.
Dikatakannya, kegiatan Training Guru ini dilaksanakan selama dua hari (29-30/6) dengan jumlah peserta sebanyak 300 orang dan perharinya diikuti sebanyak 150 orang guru yang berasal dari beberapa Kecamatan di wilayah Kabupaten Labuhanbatu dan Labuhanbatu Utara dengan tenaga pengajar Ayah Edy dari Jakarta dengan judul makalahnya, “Anak yang gagal belajar atau kita yang gagal mengajar”.(yus).
| Lampiran | Ukuran |
|---|---|
| SAMBUTAN.JPG | 104.49 KB |
| CENDERAMATA.JPG | 77.51 KB |
- 391 baca