Labuhanbatu Promosikan Potensi Unggulan di Sumatera Expo Batam Centre
INVESTOR : Investor dari Malaysia Alan Yow sedang mendengarkan penjelasan dari Gargaran Siregar,SE tentang potensi unggulan Kabupaten Labuhanbatu pada Sumatera Expo 2009 di Batam.(Foto : Yusri).
Batam,
Kabupaten Labuhanbatu setelah mengikuti Sumut Expo di Jakarta baru-baru ini, kembali mempromosikan produk potensi unggulannya di Sumatera Expo 2009 sejak 20 – 22 Nopember di Sumatera Promotion Centre Bulding Batam Centre, yang dibuka Wakil Gubernur Riau H.Raja Mambang Mid, Jum’at (20/11).
Ajang promosi potensi unggulan daerah berskala nasional ini diikuti 10 provinsi yang ada di Pulau Sumatera, salah satunya turut andil dalam event ini yaitu dari Provinsi Sumatera Utara yang didukung sebanyak lima Kabupaten/ Kota, diantaranya Nias Selatan, Pemko Medan, Pemko Pematang Siantar, Kabupaten Karo dan Kabupaten Labuhanbatu.
Labuhanbatu dalam mempromosikan poroduk potensi unggulan daerahnya pada ajang Sumatera Expo 2009 itu, lebih terfokus pada bidang perkebunan dan peternakan, seperti sawit (CPO), karet dan peternakan lembu, selain itu Kabupaten Labuhanbatu juga turut mempromosikan berbagai usaha kerajinan rakyat dibawah pembinaan Dinas Koperasi dan UKM, bahkan Labuhanbatu dibawah kepemimpinan Bupati HT Milwan ini juga turut mempromosikan berbagai jenis hasil perikanan dan pertanian.
Dalam bentuk publikasi stand Pemkab Labuhanbatu juga menampilkan berbagai baliho seperti Infrastruktur Jalan Daerah, Panen Raya Pangan Padi, Peternakan, Makanan Kue Puding Raja, Data Potensi dan Keadaan UKM di Labuhanbatu, sampai data-data tentang jenis izin yang dikelola Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu, Potensi Wisata dan baliho promosi budaya, disamping itu Kabupaten Labuhanbatu juga menyajikan potensi unggulannya dalam bentuk buku dan VCD yang diberikan kepada para investor lokal maupun luar negeri yang datang berkunjung ke stand Pemkab Labuhanbatu selama Sumatera Expo 2009 berlangsung.
Hal itu dijelaskan Kabag Adm Perekonomian Setdakab Labuhanbatu Gargaran Siregar, SE di lokasi pameran Sumatera Expo 2009 kemarin. Menurutnya, sampai saat ini banyak investor dari luar negeri seperti pengusaha dari Malaysia dan Singapura yang melirik dan mengakui bahwa mutu potensi unggulan Labuhanbatu seperti CPO dan Karet sangat baik, “Inikan suatu kebanggaan bagi kita terutama untuk petani sawit dan karet di Kabupaten Labuhanbatu, disamping itu keuntungannya bahwa daerah kita lebih dikenal sampai ke luar negeri”, katanya.
Berbeda halnya dengan Pak Sumiran dari Tanggul Angin Sidoarjo Jawa Timur, selaku Ketua I Koperasi Intako didaerah itu, ia siap menerima berapa saja kulit lembu, kambing dan domba yang mau dipasarkan masyarakat Labuhanbatu dengan harga 4-6 ribu perkilo degan catatan kulitnya tidak cacat, sebab kulit-kulit ini dapat digunakan untuk membuat Tas dan Sepatu.
Bahkan Pak Sumiran juga menjelaskan resep agar kulit lembu atau kambing itu tidak bau (busuk) selama satu bulan, caranya sangat mudah, setelah lembu atau kambing dikuliti maka kulitnya dioleskan dengan garam kasar sampai merata, lalu kulit itu dilipat dan disimpan dan siap untuk dipasarkan, jelasnya.(yus).
- 368 baca