13
Sep

H. Darmansyah Siagian, S.Ag : Ada Tiga Hikmah Yang Tersirat dari Peristiwa Qurban

Teks Foto : Bupati Labuhanbatu H Pangonal Harahap, SE, M.Si, Wakil Bupati Andi Suhaimi Dalimunthe, ST, MT dan Kapolres Labuhanbatu AKBP Teguh Yuswrdhie, SIK serta Jemaah Sholat Idul Adha 1437 H saat mendengarkan tausyiah/kutbah Al Ustadz H Darmansyah Siagian, S.Ag di Lapangan Ikabina Rantauprapat.

Sholat Idul AdhaRANTAUPRAPAT, ML : Tanggung Jawab sebagai Pondasi Aktivitas. Nabi Ibrahim As mencontohkan tingginya rasa tanggung jawab itu dalam menunaikan tugasnya, ia berupaya mengabaikan egoisme individunya dan istiqamah terhadap amanah yang diembannya, ia gigih menjalankan perintah Allah, kendati tidak sejalan dengan harapannya, begitulah sejatinya kita menanamkan rasa tanggung jawab dalam keseharian sehingga berimplikasi positif terhadap bangsa, Negara dan masyarakat.

            Demikian dikatakan H Darmansyah Siagian, S.Ag khatib sholat Idul Adha 1437 H, Senin (12/9) pagi di Lapangan Ikabina Rantauprapat usai melaksanakan sholat Idul Adha 1437 H Tahun 2016 M yang diimami oleh Wagino, S.Pdi yang turut dihadiri Bupati Labuhanbatu H Pangonal Harahap, SE, M.Si, Wakil Bupati Labuhanbatu H Andi Suhaimi Dalimunthe, ST, MT, Kapolres Labuhanbatu AKBP Teguh Yuswardhie, SIK, Ketua MUI dan Kakankemenag Labuhanbatu.

            Dalam tausyiahnya yang berjudul “Tiga Hikmah Peristiwa Qurban”, H Darmansyah Siagian, S.Ag menambahkan, bahwa egoism pribadi dan kelompok harus ditepikan untuk memprioritaskan kepentingan bersama yang lebih utama. Ketika rasa tanggung jawab ini tertancap kokoh dalam sanubari dan terpatri dalam segenap dimensi keseharian, maka profesionalisme akan terbangun secara konstruktif.

            Hikmah Kedua kata Darmansyah yaitu Optimisme sebagai penopang kreativitas. Nabi Ibrahim As mencontohkan betapa tinggi optimismenya ketika ia beserta istri dan anaknya, hajar dan ismail meninggalkan Palestina yang tanahnya subur menuju Makkah yang tandus. Sebuah pengorbanan besar karena harus merelakan buah hatinya itu tinggal di kawasan Makkah yang masih tak berpenduduk saat itu.

            Menurutnya, peristiwa ini mengisyaratkan bahwa keberanian untuk mengambil resiko demi menghadapi tantangan merupakan salah satu cara yang harus ditempuh untuk meraih kemajuan. Meninggalkan zona yang nyaman (comfort zone) yang dibarengi dengan optimism akan keluasan rezeki yang Allah SWT sediakan akan memacu dalam meningkatkan prestasi, begitu juga Nabi Muhammad SAW berhijrah dari Makkah ke Madinah menjadi babak baru dalam peradaban islam, Makkah yang sangat dicintainya harus ia tinggalkan demi menggapai harapan yang lebih tinggi.

            Katanya, seseorang yang optimis pasti akan menjadi pribadi tangguh, ia akan siap menghadapi kondisi baik dan buruk, kalau kondisi baik yang diperoleh, segera ia bersyukur, tetapi jika kondisi buruk dijumpai, maka ia sikapi dengan bersabar, tidak ada keluh kesah yang terlontar dari lisannya, atas dasar itu, berkreasi dan berinovasi merupakan manifestasi dari optimisme itu.

            Khatib muda yang berbakat itu menambahkan bahwa hikmah yang ketiga adalah Kemampuan bekerja sama dengan pihak lain sebagai pemelihara kreativitas. Nabi Ibrahim As dan Nabi Ismail As mencontohkan kerja sama yang apik disaat mengutarakan maksudnya hendak mengorbankan putranya karena menjalankan perintah Allah SWT, bak gayung bersambut, Nabi Ismail dengan lapang dada merespons dengan baik maksud ayahnya, kendati yang disembelih ternyata seekor domba (qibasy) karena Allah SWT tidaklah menghendaki qurban dalam bentuk manusia, tetapi bentuk hewan, antara ayah dan anak tercipta relasi harmonis sehingga tercipta saling pengertian dalam menjalankan perintah Allah SWT, Nabi Ibarahim As dapat dijadikan teladan bagi seorang bapak, sedangkan Nabi Ismail As dapat dijadikan teladan bagi seorang anak, sebutnya.

            Menurut Darmansyah Siagian, Pengabdian untuk bangsa dan Negara tidak dapat menihilkan peran kerjasama, kebersamaan dan jalinan kekompakan untuk padu dalam keseharian juga menjadi prasyarat kesuksesan, kita harus saling mendukung berdasarkan kapabilitas dan kapasitas masing-masing, seorang anak harus patuh dan saying kepada kedua orang tuanya, seorang siswa harus menghormati gurunya, seorang pegawai harus menghargai atasannya, seorang warga Negara yang baik harus taat pada pemimpinnya.

            Pelaksanaan Sholat Idul Adha 1437 H yang berlangsung di Lapangan Ikabina Rantauprapat dengan Bilal Duhsam Siregar tersebut juga tampak terlihat Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Labuhanbatu Hj. Siti Awal Siregar, Sejumlah Kepala SKPD dan Alim Ulama serta Tokoh Masyarakat.

Arsip Berita

Powered by mod LCA