22
Oct

Bupati Labuhanbatu : Pembunuhan dan Penyeludupan Satwa Liar Juga Merusak Ekosistem

Teks Foto : Bupati Labuhanbatu H Pangonal Harahap SE MSi, menyerahkan tropi dan piagam penghargaan, kepada Herlina, siswi SMP Budhis Jayanti, juara I Lomba Cipta dan Baca Puisi tingkat Provinsi Sumatera Utara.

Hari Lingkungan HidupRANTAUPRAPAT, ML : Bupati Labuhanbatu H Pangonal Harahap SE MSi dalam sambutannya pada acara Peringatan Hari Lingkungan Hidup Se Dunia tahun 2016, antara lain mengatakan, perdagangan illegal satwa liar mengikis keanekaragaman hayati yang berharga di bumi. Merampok warisan alam kita dan mendorong seluruh spesies keambang kepunahan. Pembunuhan dan penyeludupan satwa liar juga merusak ekosistem, memicu kejahatan terorganisir, dan menimbulkan ancaman di seluruh dunia.

Peringatan Hari Lingkungan Hidup Se Dunia tahun  2016 tingkat Kabupaten Labuhanbatu ini, digelar di Lapangan Olahraga SMA Negeri 3 Rantau Utara, Kamis, (20/10), selain dihadiri Bupati H Pangonal Harahap SE MSi, juga dihadiri Ketua Tim Penggerak PKK (Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga), nyonya Hj Si Awal Siregar, Wakil Bupati H Andi Suhaimi ST MT, Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah H Ahmad Muflih SH, unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah, sejumlah tokoh masyarakat dan ratusan siswa / siswi mulai dari tingkat SD / MI, SMP / MTs, hingga SMA / SMK / MA.

Lebih lanjut Bupati menyebutkan, kejahatan terhadap satwa liar membahayakan hewan-hewan ikonik, seperti gajah, badak, harimau, gorilla dan kura-kura laut. Pada tahun 2011, subspesies badak Jawa punah di Vietnam. Pada tahun yang sama, spesies badak hitam menghilang dari Kamerun. Sementara kera besar, telah menghilang dari Gambia, Burkina Faso, Benin, Togo. Diikuti pula oleh kepunahan di negara-negara lain.

Di Indonesia, lanjut politisi PDI Perjuangan ini, dalam pantauan pemberitaan media yang dilakukan WWF Indonesia, diketahui selama kurun waktu Januari - April 2016, terdapat 68 kasus penegakan hukum kejahatan terhadap satwa, berupa penyeludupan, penyitaan dan perdagangan satwa dilindungi. Termasuk harimau Sumatera (9 kasus), gajah (2 kasus), oranghutan (4 kasus) dan penyu (9 kasus).

Katanya, upaya besar untuk melawan perdagangan gelap satwa liar, termasuk kebijakan kuat kampanye kesadaran masyarakat dalam konservasi dan penegakan hukum. Telah membuahkan beberapa keberhasilan besar. Namun banyak spesies tetap berisiko punah dan hal tersebut membutuhkan upaya khusus yang berkelanjutan dari semua pihak, termasuk partisipasi masyarakat.

Sebelumnya, Kepala Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Labuhanbatu, Drs H Muhammad Kahfi MSi selaku Ketua Panitia Pelaksana Hari Lingkungan Hidup Se Dunia tingkat Labuhanbatu tahun 2016 dalam laporannya menyebutkan, ada beberapa kegiatan dalam memperingati hari lingkungan hidup tahun ini. Diantaranya, lomba kebersihan lingkungan sekolah, lomba cerdas cermat lingkungan hidup tingkat SD / MI dan SMP / MTs. Lomba melukis tingkat SD / MI, lomba ci[pta lagu bernuansa lingkungan tingkat SMA / SMK / MA. Lomba cipta kreasi daur ulang dari bahan bekas tingkat SMP / MTs, lomba pidato / orasi bertema lingkungan tingkat SMA / MA dan penyerahan bibit tanaman kepada sekolah serta keluarahan.

Turut memberikan sambutan pada puncak peringatan Hari Lingkungan Hidup se Dunia tingkat Kabupaten Labuhanbatu tahun 2016, Ketua DPRD Labuhanbatu Dahlan Bukhari, diwakili Syaiful Sirait.

        Acara peringatan Hari Lingkungan Hidup se Dunia tingkat Kabupaten Labuhanbatu tahun 2016 ini, juga dimeriahkan dengan penampilan baca puisi dari Herlina, siswi SMP Swasta Budhis Jayanti yang menjadi juara I lomba cipta dan baca pusisi lingkungan hidup tingkat Provinsi Sumatera Utara tahun 2016. Serta penampilan juara I lomba pidato / orasi lingkungan tahun 2016 tingkat Kabupaten Labuhanbatu, atas nama Princess Ika Berliana Aritonang dari SMA Negeri 3 Rantau Utara.

Arsip Berita

Powered by mod LCA