14
Nov

Bupati Labuhanbatu Serahkan Delapan Unit Mobil Ambulance Kepada Kapuskesmas

Teks Foto : Bupati Labuhanbatu H Pangonal Harahap, SE, M.Si disaksikan Kadis Kesehatan saat menyerahkan duplikat kunci Mobil Ambulance kepada Kepala Puskesmas Tanjung Haloban dr. H Edison Steven.

AmbulanceRANTAUPRAPAT, ML : Bantuan berupa mobil ambulance ini adalah wujud perhatian dan kepedulian Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu kepada masyarakat khususnya di bidang kesehatan. Bantuan Mobil Ambulance tersebut dimaksudkan untuk meningkatkan akses pelayanan kesehatan masyarakat di wilayah Kecamatan dan Pedesaan.

            Demikian antara lain disebutkan Bupati Labuhanbatu H Pangonal Harahap, SE, M.Si, Senin (14/11) saat menyerahkan delapan unit Mobil Ambulance Puskesmas Keliling kepada Kepala Puskesmas dalam rangkaian Upacara Hari Kesehatan Nasional Ke-52 Tahun 2016 di Lapangan Ikabina Rantauprapat.

            Delapan Kepala Puskesmas yang menerima bantuan Mobil Ambulance tersebut adalah Kepala Puskesmas Labuhanbilik, Teluk Sentosa, Tanjung Haloban, Negeri Lama, Pangkatan, Perlayuan, Suka Makmur dan Kepala Puskesmas Janji Kecamatan Bilah Barat.

            Bupati Labuhanbatu H Pangonal Harahap, SE, M.Si dalam kesempatan itu sangat mengharapkan kepada seluruh Kepala Puskesmas yang menerima bantuan Mobil Ambulance ini agar benar-benar dapat meningkatkan lagi pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang membutuhkannya.

            Selain menyerahkan delapan unit Mobil Ambulance, Pangonal Harahap juga melantik 200 orang dokter kecil se-Kabupaten Labuhanbatu yang berasal dari berbagai Sekolah Dasar (SD) di Wilayah Kabupaten Labuhanbatu.

            Pada Peringatan Hari Kesehatan Nasional Ke-52 Tahun 2016 ini Bupati Labuhanbatu menyampaikan sambutan tertulis Menteri Kesehatan Republik Indonesia Prof. Dr. dr. Nila Farid Moeloek, Sp.M (K), dalam sambutan itu Menkes menekankan bahwa Program prioritas pembangunan Kesehatan pada periode 2015-2019 dilaksanakan melalui Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga, sekaligus sebagai tindak lanjutnya telah terbit Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 39 Tahun 2019 tentang Pedoman Penyelenggaraan Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga.

            Menurutnya, dalam rangka penyelenggaraan Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga, ditetapkan 12 indikator utama sebagai penanda status kesehatan sebuah keluarga, yaitu, Keluarga mengikuti program Keluarga Berencana (KB), Ibu melakukan persalinan di fasilitas kesehatan, Bayi mendapat imunisasi dasar lengkap, Bayi mendapat Air Susu Ibu (ASI) eksklusif, Balita mendapatkan pantauan pertumbuhan, Penderita tuberculosis paru mendapatkan pengobatan sesuai standar, Penderita Hipertensi melakukan pengobatan secara teratur, Penderita gangguan jiwa mendapatkan pengobatan dan tidak ditelantarkan, Anggota keluarga tidak ada yang merokok, Keluarga sudah menjadi anggota Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), Keluarga mempunyai akses sarana air bersih, Keluarga menggunakan jamban keluarga.

Arsip Berita

Powered by mod LCA