13
Apr

Dua Bupati Hadiri Pelepasan Suluk 10 Hari Jamaah Thariqat Naqsabandiyah

Teks Foto : Bupati Labuhanbatu h Pangonal Harahap, SE, M.Si saat memberikan arahan kepada jemaah persulukan Thariqat Naqsabandiyah Sigambal Kecamatan Rantau Selatan.

IMG 3156RANTAUPRAPAT, ML : Dua Kepala Daerah yaitu Bupati Labuhanbatu H Pangonal Harahap, SE, M.Si dan Bupati Labuhanbatu Utara H Khairuddinsyah Sitorus, SE secara bersamaan turut menghadiri kegiatan pelepasan suluk 10 hari jamaah Tariqat Naqsabandiyah dan silaturrahmi antar jemaah se- Labuhanbatu Raya, Kamis (13/4) di Masjid Ar Rahman  Tapian Nauli Sigambal Kecamatan Rantau Selatan.

            Bupati Labuhanbatu H Pangonal Harahap, SE, M.Si dalam arahannya mengatakan, Diawal acara kita mendengar pembacaan gema wahyu ilahi yang mana menganjurkan kita untuk berzikir mengingat kepada Allah, maka dari ayat yang saya sampaikan tadi menganjurkan juga ber-iman dan berjihat kepada Allah, kemudian saya berkeyakinan bahwa orang-orang tua saya ini sudah betul-betul beriman.

            “Mengingat sekarang kelakuan masyarakat indonesia khususnya Labuhanbatu terhadap Narkoba, maka harapan saya melalui orang-orang tua saya supaya berjihat untuk menyuarakan kepada saudara-saudara kita untuk menjauhi Narkoba”, kata Pangonal Harahap.

            Disisi lain Bupati jebolan pesantren ini, mengutarakan bahwa kalau ada kegiatan persulukan di daerah ini ijinkan kami memberikan infaq atau bantuan untuk kebutuhan berasnya segera hubungi kami, niat itu akan saya laksanakan selama saya menjadi Bupati Labuhanbatu, kemudian saya akan perintahkan petugas kesehatan untuk memperhatikan kesehatan bapak ibu peserta suluk kalau ada lagi kegiatan persulukan dilaksanakan, selain itu untuk kebutuhan persulukan apakah itu untuk membangun menara atau membeli AC, secara pribadi saya bantu Rp.75 Juta, kata Pangonal Harahap diakhir arahannya.

            Sementara, Bupati Labuhanbatu Utara H Khairuddinsyah  Sitorus, SE dalam sambutannya mengatakan, Bagi saya Tariqat Naqsabandiyah inilah termasuk yang mendo’akan saya bisa duduk menjadi Bupati dua periode di Labuhanbatu Utara, katanya lagi,  Kabupaten yang tiga ini tidak bisa terpisahkan walaupun Bupatinya lain-lain dan kami  ini anak, induknya itu ya Labuhanbatu induk ini, untuk itu mari kita bersatu dalam Tariqat Naqsabandiyah, jelasnya.

           

“Kita mau Tariqat Naqsabandiyah ini bersatu dan harus kita ayomi dan saya sepakat dengan Bupati Labuhanbatu H Pangonal Harahap tentang hal ini”, jelas Bupati Labura ini.

            Tuan Guru/Syekh H Endar Ritonga selaku Pembina Persulukan Ar Rahman Sigambal pada kesempatan itu menjelaskan, sebagai ummat islam yang beriman kita diajurkan untuk memperbanyak shalawat kepada Rasulullah agar jangan kita tersesat dijalan untuk menuju ke sorga.

            Tujuan saya membuat acara yang seperti ini supaya kita salaing mengenal diantara kita penganut islam di Labuhanbatu Utara, Labuhanbatu Induk dan Labusel, kadang-kadang kita tidak kenal sehingga tidak ada sayang “Tak Kenal Maka Tak Sayang”, ungkapnya.

            Menurut H Endar Ritonga, rumah ibadah yang didirikan pada tanggal 8 desember 2010 dan selesai pada tahun 2011 dengan segala fasilitasnya termasuk rumah suluk ruang makan dan lain-lain, setelah itu barulah dilaksanakan tawajuh seminggu sekali atas permintaan jemaah dan tepat pada tahun 2012 maka persulukan baru dibuka dan dari tahun-ketahun jemaah persulukan semakin bertambah, kemudian jemaah yang akan dilepas pada hari ini sebanyak 103 orang, Laki-Laki  sebanyak 43 orang dan Perempuan sekitar 60 orang, jelasnya singkat.

            Penutupan suluk 10 hari ini turut dihadiri sejumlah Kepala SKPD, Camat Rantau Selatan dan sejumlah tuan guru/syekh, diantaranya Tuan Guru/Syekh H Yakup Tanjung (Labura), Kh Abdul Soleh Ritonga (Aer Merah), Kh. Husin Pohan (Sibio-bio Labura), Kh. Daut Munthe (Rombaya Labura), Kh. Sholeh Ritonga (Tanjung Baringin Labuhanbatu Induk), Kh. Aminuddin Ritonga (Padang Laut), H. Kh. Ismail Sitorus Pane (Bandar kumbul), H.Kh. Syaiful Abdi Nasution (Aek Parudangan), Kh. Cahaya Hasibuan (Padang Nabidang), Tuan Muda Zambean dan Tuan Guru/Syekh Syahbani (Bandar Tinggi). 

Arsip Berita

Powered by mod LCA