26
Jul

Bupati Pangonal Harahap Lounching Bansos Non Tunai PKH Dengan KKS

Teks Foto : Bupati Labuhanbatu H Pangonal Harahap, SE, M.Si secara simbolis saat menyerahkan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) kepada ibu Mardiana salah seorang penerima manfaat Bansos Non Tunai.

IMG 5615RANTAUPRAPAT, ML : Program Keluarga Harapan (PKH) adalah salah satu diantara program-program pengentasan kemiskinan dan telah berkontribusi besar dalam penurunan angka kemiskinan dan kesenjangan, beberapa waktu lalu sesuai dengan arahan Preiden Republik Indonesia supaya bantuan sosial dan subsidi disalurkan secara non tunai mempergunakan sistem perbankan dengan tujuan untuk memudahkan pengawasan, pemantauan dan mengurangi penyimpangan.

            Demikian disampaikan Bupati Labuhanbatu H Pangonal Harahap, SE, M.Si, Rabu (26/7) siang pada acara Launching Bantuan Sosial Non Tunai Program Keluarga Harapan (PKH) dengan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) Kabupaten Labuhanbatu Tahun 2017 di Pelabuhan Syahbandar Sei Berombang Kecamatan Panai Hilir yang dihadiri Asisten Adm Umum dan sejumlah Kepala SKPD dan Unsur Muspika Kecamatan Panai Hilir serta Panai Tengah.

            Lebih lanjut dikatakan Pangonal Harahap, bahwa penerima PKH yang lebih besar ada di Kecamatan Panai Hilir yaitu 1.410 jiwa, itu tandanya begitu besar perhatian H Pangonal terhadap masyarakat Panai Hilir ini dan tadi kita telah mendengar bahwa manfaat dari PKH ini sangat besar bagi kelangsungan hidup masyarakat kurang mampu yang diperuntukkan kepada kesehatan dan pendidikan.

            “program ini adalah program pusat tapi kita berupaya volume pendapatan masyarakat ini lebih besar, ini adalah upaya dan komunikasi kita kepada pemerintah pusat, jadi kepada para penerima agar dapat memanfaatkan PKH ini dengan baik, karena ini adalah merupakan rejeki yang diberikan Allah kepada kita”, terangnya.

            Menurut Pangonal Harahap, bahwa nama-nama orang yang mendapat bantuan sosial ini tidak saya ragukan lagi dan saya yakin bahwa orang-orang yang mendapat ini adalah orang yang pas, sebagai contoh misalnya, dalam waktu dekat ini saya akan buat lambang/logo didepan rumah orang yang menerima raskin biar program pemerintah ini semakin tepat sasaran, artinya upaya-upaya seperti inilah yang harus kita buat, bagi saya bagaimana masyarakat ini betul-betul terbantu, jelasnya.

            IMG 5633IMG 5633Plt. Kadis Sosial Kabupaten Labuhanbatu H Sofyan Efendy Harahap, SP dalam laporannya menjelaskan, bahwa tujuan dilaksanakannya acara ini adalah sebagai wujud dan kepedulian pemerintah atas direalisasinya sekaligus mensosialisasikan Banson Non Tunai PKH dengan KKS Kabupaten Labuhanbatu dengan manfaat agar masyarakat khususnya keluarga penerima manfaat dapat mengetahui adanya peralihan penyaluran Bansos Tunai yang selama ini disalurkan oleh PT Pos Indonesia menjadi Non Tunai yang penyalurannya oleh Bank dengan menggunakan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS).

Menurut Sofyan Efendy, bahwa Keluarga Penerima Manfaat (KPM) PKH Kabupaten Labuhanbatu tanggal 30 Janurai 2017 adalah sebanyak 1.410 KPM, kemudian setelah mendapat arahan serta petunjuk dari Bupati Labuhanbatu dan sesuai dengan perubahan keputusan Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial RI Nomor 02/LJS/01/2017 yang menetapkan Bansos Non Tunai PKH dan Kuota Kabupaten Labuhanbatu Tahun Anggaran 2017 menjadi 7.454 KPM dengan perincian, Kecamatan Panai Hilir 1.410 KPM, Panai Tengah 968, Bilah Hilir 850, Panai Hulu 794, Rantau Utara 792, Bilah Barat 745, Pangkatan 647, Rantau Selatan 646 dan Kecamatan Bilah Hulu sebanyak 602 KPM.

Lanjut Plt. Kadis Sosial ini, bahwa nilai Bansos Non Tunai PKH Tahun 2017 adalah sebesar Rp.1.890.000,- per KPM, yang penyalurannya dipercayakan kepada PT BRI dan penyalurannya terbagi dalam empat tahap dengan besaran 500 + 500 + 500 + 390 ribu dengan komitmen peruntukannya antara lain untuk akses Kesehatan, Pendidikan dan Kesejahteraan Sosial.

Dalam kesempatan itu turut memberikan sambutan antara lain Camat Panai hilir dan pimpinan BRI Cabang Rantauprapat Kholis Safroni serta yang mewakili penerima manfaat yaitu ibu Mardiana.

Arsip Berita

Powered by mod LCA