Struktur Perekonomian

Struktur ekonomi Labuhanbatu dapat dilihat dari kontribusi tiap-tiap sektor ekonomi terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Labuhanbatu. Struktur ekonomi Labuhanbatu akan sangat tergantung dari seberapa besar kemampuan sektor-sektor dalam memproduksi barang dan jasa. Data PDRB Labuhanbatu adalah salah satu cara untuk melihat seberapa besar kemampuan suatu sektor ekonomi di Labuhanbatu dalam memproduksi barang dan jasa. Semakin besar nilai tambah yang dihasilkan oleh suatu sektor ekonomi terhadap PDRB Labuhanbatu maka akan semakin besar pula tingkat ketergantungan kabupaten tersebut terhadap sektor ekonomi tersebut. Struktur ekonomi Kabupaten Labuhanbatu jika dilihat dari PDRB atas dasar harga berlaku, pada tahun 2002 kembali di dominasi oleh sektor sekunder, walaupun sejak tahun 1999 peranannya terus mengalami penurunan. Pada tahun 2001 yang lalu, peranan sektor sekunder sebesar 47,17 persen dan di tahun 2002 ini peranan kembali menurun menjadi 46,78 persen. Demikian halnya dengan sektor tertier, peranannya terus menurun sejak tahun 1998, yakni 21,91 persen di tahun 1997 menurun menjadi 19,43 persen pada tahun 1998 dan menjadi 18,59 persen di tahun 1999 kemudian menjadi 18,04 persen pada tahun 2000 dan menurun kembali di tahun 2001 menjadi 17,70 persen, dan kembali menurun di tahun 2002 ini menjadi 17,40 persen. Sementara itu peranan sektor primer justru mengalami kenaikan sejak tahun 1999, setelah di tahun 1998 peranan sektor ini menurun dari 31,73 persen dan pada tahun 1997 menjadi 30,77 persen di tahun 1998 dan tahun 1999 peranan sektor ini meningkat menjadi 32,43 persen kemudian meningkat lagi di tahun 2000 menjadi 33,70 persen, kemudian kembali meningkat di tahun 2001 menjadi sebesar 35,14 persen dan di tahun 2002 , peranan sektor primer terus meningkat menjadi 35,82 persen. Apabila dilihat menurut sektoral, struktur ekonomi Labuhanbatu sejak tahun 1997 telah bergeser dari sektor pertanian ke sektor industri pengolahan. Walaupun peranan sektor ini sejak tahun 1999 cenderung mengalami penurunan hingga tahun 2002. Bergesernya struktur ekonomi Labuhanbatu di tahun 1997 lebih disebabkan karena meningkatnya harga barang-barang jadi maupun setengah jadi, disamping meningkatnya juga permintaan akan barang-barang tersebut.  Peranan sektor industri pada tahun 2002 menurun dari 45,01 persen di tahun 2001 menjadi 44,69 persen. Kemudian diikuti oleh sektor pertanian yang meningkat peranannya dari 34,79 persen di tahun 2001 menjadi 35,48 persen pada tahun 2002. Sektor ketiga tertinggi dalam pembentukan PDRB Labuhanbatu adalah sektor perdagangan, hotel dan restoran yakni sebesar 9,79 persen. Disamping ketiga sektor tersebut, sektor-sektor lainnya memberikan kontribusi yang tidak terlalu besar dalam pembentukan PDRB Labuhanbatu. Sektor pertambangan dan penggalian tahun 2002 memberikan kontribusi sebesar 0.34 persen, menurun sedikit dari tahun 2001 yang sebesar 0,35 persen. Sektor listrik, gas, dan air minum, pada tahun 2002 memberikan kontribusi sebesar 0,14 persen. Sektor bangunan di tahun 2002 ini memberikan kontribusi sebesar 1,94 persen. Kemudian berturut-turut sektor angkutan dan komunikasi, sektor keuangan, persewaan dan jasa perusahaan dan sektor jasa-jasa masing-masing memberikan kontribusi sebesar 3,49 persen, 0,87 persen dan 3,25 persen pada tahun 2002. Secara keseluruhan struktur ekonomi Kabupaten Labuhanbatu ditunjukkan oleh table 2.1 berikut ini:
Tabel 2.1
Distribusi Persentase PDRB Kabupaten labuhanbatu atas Dasar Harga Berlaku
Menurut Lapangan Usaha Tahun 1993-2001

LAPANGAN USAHA

1997

1998

1999

2000

2001*)

2002

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

PRIMER

31,73

30,70

32,43

33,70

35,14

35,82

Pertanian

31,32

30,46

32,08

33,37

34,79

35,48

Pertambangan dan Penggalian

0,41

0,31

0,35

0,33

0,35

0,34

SEKUNDER

46,37

49,80

48,98

48,26

47,17

46,78

Industri Pengolahan

43,75

47,83

47,00

46,11

45,01

44,69

Listrik, Gas dan Air Bersih

0,21

0,17

0,17

0,15

0,14

0,14

Bangunan

2,41

1,80

1,80

2,00

2,02

1,94

TERTIER

21,91

19,43

19,43

18,04

17,70

17,40

Perdagangan, Hotel dan Restoran

12,33

11,03

11,03

10,11

9,91

9,79

Angkutan dan Komunikasi

4,96

3,93

3,93

3,70

3,59

3,49

Keuangan, Persewaan dan Jasper

1,14

0,91

0,91

0,84

0,88

0,87

Jasa-Jasa

3,47

3,56

3,56

3,39

3,32

3,25

LABUHANBATU

100,00

100,00

100,00

100,00

100,00

100,00

                                    Kabupaten Labuhanbatu dalam Angka, 2003, Catatan :*) Angka Perbaikan
Sementara itu jika dilihat penghitungan atas dasar konstan 1993, struktur ekonomi Kabupaten Labuhanbatu, sejak tahun 1997 hingga saat ini tidak mengalami perubahan. Sektor pertanian selalu menjadi leader jika dibandingkan dengan sektor-sektor lainnya, meskipun kontribusi sektor ini cenderung sedikit demi sedikit terus mengalami penurunan hingga tahun 2002. Tiga sektor terbesar dalam pembentukan PDRB Kabupaten Labuhanbatu atas dasar harga konstan 1993 berturut-turut adalah sektor pertanian, industri pengolahan dan sektor perdagangan, hotel dan restoran. Secara keseluruhan kontribusi sektor-sektor ekonomi terhadap PDRB Kabupaten Labuhanbatu atas dasar harga konstan 1993 adalah sebagai berikut:
Tabel 2.2
Distribusi Persentase PDRB Kabupaten Labuhanbatu atas Dasar Harga Konstan
1993 menurut Lapangan Usaha Tahun 1993-2001

LAPANGAN USAHA

1997

1998

1999

2000

2001*)

2002

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

PRIMER

35,86

39,69

39,54

39,16

39,08

38,92

Pertanian

35,39

39,24

39,09

38,71

38,64

38,49

Pertambangan dan Penggalian

0,47

0,45

0,45

0,45

0,44

0,43

SEKUNDER

33,80

33,31

33,38

33,74

33,66

33,43

Industri Pengolahan

31,71

31,48

31,58

31,96

31,91

31,73

Listrik, Gas, dan Air Bersih

0,21

0,22

0,22

0,22

0,23

0,23

Bangunan

1,88

1,61

1,58

1,56

1,52

1,47

TERTIER

30,34

27,00

27,09

27,10

27,25

27,65

Perdagangan, Hotel, dan Restoran

18,26

16,83

16,48

16,62

16,85

17,32

Angkutan dan Komunikasi

5,46

4,14

4,05

4,00

3,98

3,96

Keuangan, Persewaan dan Jasper

1,60

1,11

1,12

1,12

1,11

1,09

Jasa-Jasa

5,02

4,93

5,44

5,36

5,32

5,29

LABUHANBATU

100,00

100,00

100,00

100,00

100,00

100,00

                           Kabupaten Labuhanbatu dalam Angka, 2003, Catatan : *) Angka Perbaikan
Jika dilihat bagaimana rata-rata komposisi kontribusi masing-masing sektor terhadap PDRB sejak tahun 2000 sampai dengan 2002 (setelah berlakunya otonomi daerah) baik atas dasar harga konstan 1993 maupun atas dasar harga berlaku, struktur ekonomi Labuhanbatu didoninasi oleh sektor pertanian dan sektor industri pengolahan. Kedua sektor ini menyumbang lebih dari 70 persen terhadap PDRB dan sisanya didominasi oelh sektor perdagangan, hotel dan restoran yakni ± 10 persen terhadap PDRB. Selengkapnya rata-rata distribusi masing-masing sektor terhadap PDRB sejak tahun 200 sampai dengan 2002 tertera pada table 2.3 berikut.
Tabel 2.3
Rata-rata Persentase Kontribusi Sektor Usaha Terhadap PDRB
Kabupaten Labuhanbatu Tahun 2000-2003

LAPANGAN USAHA

Persentase Kontribusi Rata-rata 2000 – 2002

Harga Berlaku

Harga Konstan 1993

(1)

(2)

(3)

1. Pertanian

34,55

38,61

2. Industri Pengolahan

45,27

31,87

3. Perdagangan, Hotel, dan Restoran

9,94

16,93

4. Angkutan dan Komunikasi

3,59

3,98

5. Jasa-jasa

3,32

5,32

6. Keuangan, Persewaan dan Jasper

2,59

1,11

7. Bangunan

1,99

1,51

8. Pertambahan dan Penggalian

0,41

0,31

9. Listrik, Gas, dan Air Bersih

0,21

0,17

TOTAL

100,00

100,00

                         Kabupaten Labuhanbatu dalam Angka, 2003

Berdasarkan PDRB Kabupaten Labuhanbatu atas dasar harga berlaku tahun 2002, sumbangan sub sektor perkebunan terhadap sektor pertanian secara keseluruhan sebesar 82,77 persen atau sebesar ± Rp 2,355 trilyun. Sedangkan kenaikan sumbangan sub sektor perkebunan yang terjadi jika dibandingkan antara tahun 1997 dengan tahun 2002 adalah sebesar ± Rp 1,384 trilyun atau sebesar 142,64 persen. Sementara sumbangan sub industri pengolahan terhadap sektor industri besar dan sedang sebesar 96,99 persen atau sebesar ± Rp 3,475 trilyun. Kenaikan sumbangan sub sektor industri besar dan sedang jika dibandingkan antara tahun 1997 dengan tahun 2002 adalah sebesar ± Rp 1,838 trilyun atau 112,25 persen. Industri besar dan sedang ini didominasi oleh industri pengolahan yang bahan bakunya berasal dari sub sektor perkebunan. Dari total 55 perusahaan industri besar dan sedang, terdapat 44 perusahaan atau 80 Persen yang bahn bakunya dari sektor perkebunan Bahan baku buah kelapa sawit diperoleh dari 36 perusahaan atau 65 persen dan bahan baku karet diperoleh dari 8 perusahaan atau sebesar 15 persen.

Info Kurs

Kurs BCA
11-Mar-2010 / 08:03 WIB
Mata Uang Jual Beli
USD9250.009100.00
SGD6625.456495.45
HKD1193.151171.85
CHF8648.558485.55
GBP13871.3013591.30
AUD8463.608290.60
JPY102.82100.24
SEK1306.151273.75
DKK1709.251662.85
CAD9043.308851.30
EUR12631.2512398.25
SAR2476.452417.45
NZD6485.206325.20
CNY1356.401332.20
Sumber : BCA

Peta Lokasi

Site Counter

  • Site Counter: 62,331
  • Unique Visitor: 11,448
  • Your IP: 38.107.191.104
  • Since: 2009-01-01